Aset : SEMANGAT

24 Nov

Seperti biasa, renungan awal minggu…

Minggu ini dikejutkan dengan berita dicurinya sepeda Pak RT tempat Om Ardian dan Om Adji tinggal. Belum lagi kita selesai ikutan sedih, ternyata Om Eyang AN memunculkan jurus dasar NI1 yang selama ini masih dipendam dalam-dalam: JURUS IKHLAS. Sangat berkesan membaca petuah Eyang senior kita ini menceritakan dengan fasih hubungan logis antara NI1, Nyasar, Ikhlas, dan Sepedah hilang.

Sampai sekarang saya masih tertegun membaca berulang-ulang petuah berharga dengan tingkat tinggi religiusitas berpadu dengan hobby bersepeda. Saya menulis ini tidak sedang menggombal, seperti kebanyakan rekan di milis ini, saya yakin kita semua terinspirasi oleh tulisan Eyang AN.

Sementara di sisi lain saya berkesempatan mandi lumpur dalam gelap, ikut menyiksa sepeda Om Ivan, the stumpjumper, yang masih kinyis-kinyis (baca: mengkilap sekali). Tidak hanya frame-nya yang baru, segala jeroan telah mengalami, apa yang saya sebut, transmigrasi yang total… Kami berdua menyiksa sepeda yang masih perawan ini ke trek jeng-jeng yang tiba-tiba malam itu jadi sangat ganas, penuh gumulan lumpur dan kubangan air hujan. Om Ivan berkata, “Emang gini nih cara menyiksa sepedah ini…”

Dua kenyataan bersambung minggu ini yang mengingatkan kita semua dengan pentingnya menjaga aset kita, sepedah. Sudah selayaknya kita semua memikirkan cara menyimpan sepeda yang lebih baik dan lebih benar (baca: aman). Kita tunggu cerita lanjutan Om Ardian dan Om Adji bagaimana Pak RT akan meningkatkan tingkat keamanan menyimpan sepeda.

Om Ivan juga menunjukkan bahwa bertransmigrasi ke daerah baru, tentusaja juga harus siap dengan segala keadaan dan tantangan serba baru. Jangan sampai bertransmigrasi membuat kita sayang menjadikan sepeda kenal lumpur, dan memilih gotri jalur onroad saja (hehehe..). Jangan lupa, lumpur Cikarang sangat spesifik, tidak semua tempat mendapat anugerah keindahan dan kegarangan lumpur cikarang. Om Ivan menunjukkannya dengan mengajak stumpjumper bergumul dengan lumpur jeng-jeng ditingkahi gonggongan anjing di belakang. Om Ivan memberi contoh kita dalam memanfaatkan asset (sepedah) sebaik mungkin.

Dan sebagai penutup tulisan ini, jangan sepelekan aset paling utama adalah SEMANGAT kita untuk terus bersepeda. Semangat untuk terus mengambil hikmah dari setiap jalan yang kita lalui seperti Gowes arkeologi Om Hanif. Semangat ini harus kita jaga karena sebenarnya semangat kita bersepeda adalah aset kita yang termahal.

SEMANGAT bersepeda…
sesuatu yang tidak semua orang punya

Cikarang, 23 Nov 2009
Antoix

(seperti dituliskan dalam list cikarangmtb@yahoogroups.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: