Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Cerita ini ditulis oleh Om AJE (Ardian Jaya http://ardianjaya84.wordpress.com/), di post di milis cikarangmtb@yahoogroups.com setelah acara Kolozal#8 dan dinyatakan menjadi salah satu cerita gowes terbaik Kolozal#8.

leaflet

===

Kemping di Ranca Upas

Sebagian peserta berangkat malam sebelum acara dan kemping di Ranca Upas, kawasan Ciwidey, Bandung selatan yang merupakan lokasi start/finish Kolozal#8

Start

Momen gowes akbar cikarangmtb bulan ini, gowes kolosal #8 di Ranca Upas. Entah mengapa kolosal kali ini mengambil tema wild western, mulai dari jenggo, koboi sampai istilah sheriff digunakan, yang jelas kita akan gowes dengan jarak tempuh 29.3km dengan variasi altitude dari 1600-2200 meter.

start

Hari ini bangun jam 3 pagi, terbangun oleh dering handphone, ternyata dibangunkan oleh pacar :-) . Langsung sarapan dini hari, mandi, dandan dikit. Jam 4 lebih dikit om herwadi nongol, malam sebelumnya udah janjian mo nebeng ke aabike.

Adzan subuh berkumandang, solat di mushola samping aabike. Persiapan perbekalan. Jam 5 lewat kita meluncur ke ranca upas naik bis besar. Saat ini sedang menanjak di jalan ciwidey-kawah putih. Ayo pak supir kamu bisa!

bis

Arrival

Menempuh perjalan mendaki dan sempit kemampuan menyetir supir bis diuji, masih parno dengan kejadian waktu di Gunung Padang, yang mana bis masuk ke saluran air he3. Alhamdulillah perjalanan lancar, tiba di Ranca Upas sekitar jam 8.30 lewat. Ternyata posisi.perkemahan Ranca Upas hanya lewat dikit sekitar 500m dari gerbang wisata Kawah Putih. Begitu masuk pintu gerbang, langsung dihadapkan dengan tanah lapang yang berisi tenda-tenda kemah. Kebanyakan diisi oleh tenda mahasiswa yang sedang orientasi kampus. Memang segar udara pegunungan, oksigen agak tipis, mungkin ini yang menyebabkan kepala saya agak pusing, kagetan sama kondisi pegunungan he3.
Selepas turun dari bis, saya langsung menyapa rekan-rekan yang mengikuti paket jenggo, yang bermalam di Ranca Upas sejak Jumat malam. Brr dingin juga, jadi sebelum gowes semua” isi” dikeluarkan dulu, ternyata toiletnya menggunakan air hangat. Keluar dari toilet sempat kaget, kok yang ngantri pada mahasiswi semua? Oh gairah muda :-P .

Jam 9.30 briefing oleh papatb aka om hanif, menjelaskan informasi trek dan seperti biasa diakhiri doa yang dipimpin oleh om BI. Tim 15 yang mengikuti trek sakit jiwa berangkat lebih dulu pada jam 10, saya termasuk di dalamnya. Sebagai captain adalah om anto.


[foto keluarga sebelum start karya Om Qoqo]

Hills of Tea

Seiring om antoix melaju di depan, pertanda gowes trek sakit jiwa dimulai. Gowes melewati areal perkebunan masyarakat sekitar, ada sawi, kol, sampai bawang.

Di depan ada tante rahmi, om antoix udah ga keliatan jadi saya ikuti saja si tante, tiba-tiba belok kanan masuk ke kebon bawang, si tante berhenti dan berkata “salah jalan”. Di belakang udah ada 5 goweser yang ikut nyasar he3.. Dengan hati-hati saya lewati gang kebon bawang, takut ngerusakin :-P .

Lepas dari areal perkebunan warga, selanjutnya kita dihadapkan dengan lembah kebun teh, asli cakep banget dah, jd pengen narsis photo-photo tapi apa daya tim 15 harus ngebut ngejer waktu. Sempet nyasar ke lembah yang banyak sampah, wah wah wah. Kolosal tanpa nyasar itu bagai sayur tanpa garam, sesuai naluri goweser kalo udah dapet turunan maunya turun terus, sampe nyasar. Untung om antoix nyamperin, alhasil harus nanjak balik arah. Sempat ketemu dengan peserta trek reguler saat baliknya.

om yadi ganti ban depan belakang snakebite

hills

Check point berikutnya adalah Situ Patengan, untuk kesana kita menuruni trek makadam, ouch sangat ga nyaman kalo pake sepeda hardtail :-( . Om yadi mengalami kebocoran ban di trek ini. Selepas makadam dilanjutkan ke jalan aspal, masuk ke perumahan warga, kemudian tiba di Situ Patengan. Disini tim 15 sakit jiwa cuma ngambil makan aja berupa nasi bungkus, dilanjutkan lagi gowesnya ke check point berikutnya. Disini om haris dan juniornya memutuskan untuk keluar dari tim sakit jiwa, “pengen narsis” katanya :-) .

Maksiat

Bekal nasi bungkus sudah masuk tas, gowes dilanjutkan menyisir pinggiran Situ Patengan, selanjutnya trek mulai variasi dari nandjak landai sampai miring bener.

chicken

Keluar dari area kebun teh, masuk ke trek aspal, di sisi kiri, om antoix sudah menunggu di samping mushola, pertanda saatnya maksiat (baca: makan siang dan sholat).

Makan siang bareng lauk nasi sayur, ayam dan ikan, klo habis gowes semua terasa nikmat. Lalu dilanjutkan dengan solat, asli air buat wudhu duiingin banget, sensani segar-segar mint gimana gitu:-P.

Udara dingin perut kenyang jadi pengen bobo ciang, eits ini masih 1/2 perjalanan. Gowes lanjut lagi, kali ini onroad, turunan, pada ngebut-ngebutan dah. Sempat melewati pertigaan kawah rengganis, tujuan trek reguler.

rengganis

Kina Trees

Hujan rintik-rintik mulai turun, sebagian tim 15 sudah mengenakan jas hujan, tau-tau eeh.. Hujan reda, hadeuh… Sia-sia pasang jam hujan. Ga berapa lama gowes nandjak, hujan turun lagi, deras pula, serasa dipermainkan oleh alam :-P .

176bpm

Gowes hampir memasuki tanjakan diagonal, di pertigaan yang krusial, tim akap yang dipimpin om ratman dkk melakukan tawaf 1 kali keliling kebun teh he3.. NI1 lagi dah. Sambil menunggu tim akap kembali om anto menunjuk bukit posisi dari tanjakan diagonal, “setelah kebun teh habis, dekat kebun kina” kata beliau.

awaldiagonal

ban

Benar saja tidak lama setelah melewati kampung cipanganten, tanjakan makadam diagonal keliatan, saya coba untuk gowes, dengan kondisi stamina, kontur trek dan sepeda, ujung-ujungnya selalu gagal dan harus TTB, memang trek maknyus, sakiiit dah!!.

ttb

Diujung kebun kina, akhir dari tanjakan diagonal, sambil istirahat, om antoix nyeletuk “mau gowes kesini lagi ga?” ditanyain ke tiap goweser, saya hanya bisa diam, tak sanggup berkata-kata :-D . Kang Yadi malah mau ngajakin NR kesana, waduh.

ujung

Negeri Di Awan

Tanjakan diagonal bukan akhir dari tanjakan, masih banyak lagi tanjakan panjang yang memaksa harus TTB. Bagi penasaran sama GGB disini nih spotnya, untuk melanjutkan ke trek berikutnya kita harus gotong-gotong sepeda melewati tangga tanah buatan diantara kebun teh, dengan jarak lebih kurang 100 meter menanjak.

negeri

awan

ggbe

undak

ggbb

upup

Memasuki elevasi 2000an meter, kabut putih mulai meliputi trek sakit jiwa, nandjak namun indah, serasa gowes di sisi kirinya ada jurang yang tanpa dasar.

Sebelum memasuki kawasan wisata kawah putih, kita narsis dikit di spot yang berhadapan langsung dengan longsoran, menurut om Antoix dari peta udara Google Earth longsoran ini keliatan. Melewati lokasi longsoran, sepertinya sedikit agak mistis suasananya, dihadapkan dengan tembok alam yang menjulang tinggi, suasana gelap-gelap gimana gitu. Ah mungkin hanya perasaan saya saja, lanjut gowes, werrr…

putih

p

Kawah Putih

Satu per satu goweser melewati celah bekas longsoran, Om antoix sempat berhenti, mungkin mengabadikan panorama longsoran. Di pertigaan berikutnya tim akap udah mau NI1 aja, untung masih sempat dipriwitin, ha3.

Gowes dilanjutkan memasuki jalan menurun agak masuk dalam hutan, suasana agak gelap dengan cahaya minim, dan udara lembab. Cahaya di ujung jalan pertanda kita sudah dekat dengan pintu masuk kawah putih.

Berhubung hujan sudah rintik-rintik, tim sakit jiwa langsung mengambil posisi foto keluarga di pintu masuk kawah putih, beberapa gadis sempat mengalihkan perhatian kami, aisshh :-P .

aje

Byur… Hujan deras bagai aer tumpah dari ember mengguyur kawah putih, beberapa goweser langsung ngacir, saya kudu pasang jas hujan dulu, bersama om andy, om tri dan 2 om lainnya kami meluncur gaya bebas ke pintu gerbang bawah menuju Ranca Upas. Brr.. Dingin banget, tubuh ini rasanya sudah tidak kuat menahan deras air hujan ditambah angin dingin pegunungan, tangan gemetar, bagian wajah terasa kaku, untung kendali sepeda masih bisa dikuasai.

Keluar dari gerbang wisata kawah putih, belok kiri dan gowes ke arah ranca upas. Disana goweser paket reguler sudah berkumpul, sepeda langsung saya letakkan begitu saja dan merapat ke tukang siomay, biar anget :-P , asli dingin banget. Akhir acara gowes kolosal diisi dengan makan kambing guling dan gulainya, maknyus..!! tapi ga kebagian :’(.

Lebih kurang jam 7.30 rombongan bergerak balik ke cikarang, tiba di aabike sekitar jam 11, itu juga karena supir bis sempet NI1, ha3.

Akhirnya acara CikarangMTB Gowes Kolozal#8 Ranca Upas-Kawah Rengganis-Kawah Putih berlangsung sukses 19 November 2011 dengan 94 peserta berpartisipasi. Gowes kolozal kali ini berbeda dengan versi sebelumnya karena ada pilihan paket untuk menginap semalam sebelum gowes. Berkemah di Ranca Upas.

Kumpulan links Ceritera Gowes

Novel Om Ardian ‘aje’ Jaya
Ceritera setengah mati ingin ikut Kolozal by Om Bowo…

Kumpulan links Foto Gowes

Morning Haze by Om Sigit
Kolozal#8 by Nte Tata…
Kolozal dalam hitamputih oleh antoix…
Warna warni kolozal oleh antoix…
Foto survey Kolozal oleh Om Hanif…
Kumpulan jepretan survey dari Om Sigit…

Komunitas sepeda gunung Cikarangmtb bekerjasama dengan AA Bike Cikarang akan menyelenggarakan

KOLOZAL series#8
titik start: Ranca Upas
trek: Ranca Upas-Situ Patengan-Kawah Rengganis
Kawasan Lereng Gn Patuha, Bandung Selatan

Waktu: Sabtu, 19 November 2011
Deskripsi trek: Trek pegunungan lereng Patuha, perkebunan teh Walini, 95% offroad makadam

Panjang trek: 23km
titik terendah: 1590m dpl
total accends: 420m dpl

Foto-foto trek oleh:
Aboedadban untuk cikarangmtb@yahoogroups.com, Om Hanif Marga dan Om Sigit Mahardika

Kawah Rengganis

Jalan menuju Kawah Putih

Tulisan ini diambil dari tulisan bersambung Om Hanif di mailing list cikarangmtb@yahoogroups.com Karena panjang tulisannya maka akan dibagi dua bagian.

Judul track “Cherry”.. kesannya imut, apalagi dikasih kata awal “Fun”… maka jadi tambah terkesan “Nggemesin”…hehehe.

FunCherry adalah judul yang ngasal yang berkedok startnya dari SanDiego,… bukan dari AA bike seperti biasanya… sehingga memangkas jarak tempuh 14 km.. Padahal jarak bukanlah satu2nya ukuran siksaan (torture), 14 km AA Bike – Sandiego dengan santainya dilahap dalam waktu 1,5 jam, sedangkan 4 km single track hutan yang berupa jalan rusak (baca: gowesable but technical) ditempuh dalam waktu 2 jam itu pun diakhiri dengan dera Kram beberapa peserta.

Funcherry diikuti 24 goweser, dan kali ini saya nggak bawa GPS kerena dah rusak,… mundurnya om Jixzy yang diharapkan bawa gipiesnya.. Memaksa saya untuk membuat persiapan lebih karena track pulang adalah track baru…belum tau seperti apa kondisinya.. Jadi saya harus ngapalin gambar udaranya Google Earth…untuk selanjutnya Modal yang dihafal dikepala aja….

Kebayang berapa persimpangan yang akan ditemui, mengundang tawaran untuk Nyasar!!

Adrenaline seperti ini pernah saya rasakan waktu kolozal Wanayasa – Sate Maranggih (Cikampek)… yang waktu itu tanpa survey dan langsung di dorr membawa 70 orang..

Beda diroute cherry kali ini konsepnya start finish di satu titik, diikuti 24 goweser yang sebagian besar belum pernah mencicipi Cherry, maka menurut saya, sebaiknya dilewatkan Kuta Kulambu…supaya bisa melihat betapa WOW!-nya pemandangan perbukitan karawang ini dari puncak. Selain Batu Mariem yang wajib disinggahi tentunya. Namun karena harus balik lagi Sandiego…disinilah letak tricky nya… kudu melengkung nanjak masuk lagi, karena jika tidak dilakukan seperti itu maka kita akan turun menjauh meluncur ke jalan raya di Timur arah Walahar… yiatu seperti umumnya opsi track cherry yaitu tinggal rolling turun dan diselesaikan dijalan
aspal flat.Minggu 19-Juni-2011..

Jam 05:20.. bersepeda keluar rumah sempat bertemu om Antoix yang sendirian dengan suatu speda ber-accesories boncengan,, di depan ruko2 arah kalimalang,,, “yukk kalo mau motret pemberangkatan, ke AA Bike ajah!”kata saya.. “enggak, saya anter sampe kalimalang aja”..katanya si om yang masih Uhuk2 itu..
Jam 05:35.. nyampe di AABike, udah ada om Isbat, mbah Rudi, om Arif beserta ajudan (om Bayu maksutnya..hehehe) , anakanya pak Gito dan kang Asol. Om Arif yang sedianya bawa mobil ke Sandiego, akhir menurunkan GT Carbonya dari mobil…

Sudah saya batin, naluri ke-AKAP-an om Arif pasti akan terpanggil…xixixixi… Om Sigit yang baru bergabung juga siap-siap turut nge-paket Cehh… Sementara om Mary terlihat melintas dengan speda sudah di mobilnya, keukeuh mengibarkan ½ botolnya untuk tetap start dari Sandiego…hehehe.

Singkat cerita,,,, Gowes AABike – Sandiego dimulai jam 06:15 menyongsong sang Fajar… dan finish di Sandiego jam 07:35-an…dengan sempat sedikit jeprat-jepret foto di memasuki offroad Wanakerta dengan tema menyongsong fajar dengan penuh semangat.

Sampai di pertigaan Warung Sandiego, kontan riuh ceria saling bersapaan dengan beberapa peserta yang sudah unloading sepeda dititik start ini…

Saya melihat dan menyapa… om Stef, om Wid yang udah lama nggak berjumpa, om Joko + beberapa orang Lippo lainnya, om Latif, om Mary, om Poernomo, rekan-rekan kantor mbah Bro, om Erik, dll, dll.. (maaf sekali nggak hafal atau belum begitu kenal semua.. om oedinko yang mana aja belum ngeh..hehehe maaf)

ohya..om Haris juga,..sewaktu saya salami, menampakkan raut rada kecewa… “saya kok nggak tau kalau ada paket Cehh”…hahaha dasar AKAP..gitu aja kecewa. Selain CMTBer, di titik per3an ini ramai goweser2 Karawang, juga terpenuhi group manula yang tampak sedang berkumpul dari atau habis berolahraga.

Surprise pertama adalah ketika mau pesan sarapan, ternyata warung nasi Sandiego tutup. Diganti dengan warung dibelakangnya… alhamdullilaah masih ada gorengan gantinya sarapan… jadinya nggak ada yang bawa nasbung. Setelah saling temu kangen, Jam 8:00 teng, kita lansung beranjak…. Searah ke Pasir Ipis masih dijumpai banyak goweser Karawang yang dari penampakannya kliatan the Real AKAP… beberapa di antaranya pernah terlihat di Race Deltamas.. Di per3an Pasir Ipis.. sempat disarankan oleh beberapa rekan goweser Karawang untuk kalau ke Cherry ambil kiri lewat Rumah Panggung. Tetapi setelah menyampaikan maksud route kita dan Rumah Panggung sebagai route pulang,, maka mereka mempersilakan kita, kebetulan mereka searah karena mau Gowes Ke DeltaMas… (tukeran tempat critanya) Wuzz… kita lanjutkan meluncur turun jalan makadam dan rolling searah ke Taman Mekar/Pasir Congcot…

setelah simpang Masid (Masjid yang penah saya singgahi bersama om Adji yang menurut info adalah hasil sumbangan goweser2 Bekasi.. mengagumkan!), lanjut sedikit kita ketemu simpang lagi untuk kekiri ke arah Cherry. Grouping disini… dapat berita anak om Gito balik arah ke Sandiego karena masalah hub dan akan dijemput oleh Brimob ..lho?!…

Juga dapat berita,, om Upas nyusul ngejar ke Sandiego tapi sepertinya nggak kesampaian waktunya..jadi gowes sendiri. Di titik persimpangan nan tenang inilah kemudian dihitung jumlah peserta yaitu 24 goweser. Lanjut track turunan double track makdam primitive yang rolling di rerimbunan. Ini adalah salah satu bagian favorite saya… model turunannya panjang meliuk2 dan adem…sesekali turunannya curam berbelok,, asyik sekali….. satu dua rumah dijumpai dalam track ini. Stop grouping lagi di jembatan besi-dengan papan2 kayu yang udah pada ambrol… cocok buat narsis section. Mat kodaker.. Om Latif dan Om Sigit mencari posisi…demikian juga om Poer dan om AHA dengan kamera sakunya. Lanjut lagi gowes rolling naik turun naik turun… dengan kondisi jalan yang seperti tanah liat abis kering dan menyisakan ‘parit-parit’ bekas sepeda motor… Daerahnya masih rimbun… hingga grouping lagi disuatu ujung tanjakan,, untuk se-udut dua udut nungguin rombongan belankang merapat.

Sebentar banget setelah resume gowes (dari gouping di ujung tanjakan), sampailah di suatu turunan menuju lembah datar,.,ada jembatan yang papan kayunya sudah diganti beton.. disinilah kita akan berbelok patah ke kanan ke single
track..

Saya berhenti, dan digantikan om Poernomo yang ‘njagain’ simpangan ini…om Erik, om Mary, om Latif, om Karyadi lewat..kemudian om Poernomo bilang “nyambung om! dibelakang sudah kliatan beberapa teman kantor om Karyadi”… Jalur single track ini sangat asyik… panjang dengan sedikit sedikit liukan dan nanjak mesra… kira-kira 1.5 km dilewati hingga sampai di persimpanga single track yang saya selalu nggak hafal ke kanan atau ke kiri (sebelumnya sudah 2 kali kesini dan selalu bingung dan harus jajal mana yang salah..hehehe)… “kita brenti dulu sambil nunggu yang dibelakang” kata saya… Lamaaaaa sekali yang dibelakang nggak muncul. Baru sadar ini pasti yang dibelakang nggak ngeliat jalan single track ini. Mencoba telpon kang Asol, signal blerettt… sempat bisa pakai hp om Latif..tapi suara yang diterima putus2…

Sambil nunggu dapet signal, ngobrol ngalor ngidul,, om Erik bercerita ”dulu beberapa tahun ke sini, Cherry nggak kaya’ gini, ini sih nggak panas,, lebih adem dari Cikarang Teletabis malah”

Kebetulan single track ini terpayungin pepohonan rimbun…. Track ini memang asyik banget… total panjang single track ini 5 km. see lampiran.

Om Mary sempat gowes balik arah mencoba mencari rombongan belakang..hingga ke titik persimpangan dan bertanya ke pak tani yang ada disitu.. ”Lihat orang2 naik sepeda nggak pak?”…dijawab “ ada, tapi lewat terus” “sudah berapa lama?”,,dijawab lagi ”sekitar 20menitan yang lalu”. “wah 20 menit saya nggak brani ngejar, dari pada malah nyasar sendiri”..begitu om Mary melaporkan temuannya sekembalinya di titik 5 orang berkumpul.

Check milist, terima email dari om AHA… “Wah nyasar deh gw sepertinya”.. Yang kemudian saya balas “Selamat datang kembali di track Cherry!..Banyak jalan menuju Cherry”… Itu sebenarnya hanya nyasar dari rencana, tapi belumlah nyasar sebenarnya,,, Nyasar sebenarnya di Cherry adalah setelah memutuskan memilih persimpangan entah tanjakan atau turunun setelah berkilo2 brujung dijalan buntu atau jalan yang arahnya salah. Begitulah seninya Cherry. Setelah beberapa kali ber gagu gagu ria komunikasi dengan Kang Asol,,, dan nungguin 1 jam maka kita putuskan untuk ambil jalan masing2..dan ketemuan di Kuta Mariem.

Kembali kemasalah per3an dilematis ini maka setelah jajal jalan yang salah, saya lanjutkan ngecheck jalan yang diduga benar, dengan sebelumnya nge-save nomer hp om Latif …. Panjang sekali single track ini dan juga banyak persimpangannya…. Berkilo-kilo saya check dan ketemu warung yang dulu adalah Fruifull Warung karena dapet banyak buah2an.. maka yakin jalannya sudah benar dan saya menelpon om Latif meminta 5 orang dibelakang untuk maju… dan jangan jika beberapa titik jalannya kurang meyakinkan dan belok ke jalur alternanif… begitulah sisa musim hujan yang mampu memakasa orang merubah-ubah jalan untuk tetep bisa dilalui. Gowes turun lagi untuk menjemput, sempat dikagetkan ular yang sma2 kaget dan bergerak ke sisi kiri.. mengakibakan reflex saya blusuk terjerebab ke semak2
disamping kanan.. huhh…

Setelah kembali ber6, sempet dapet berita bahwa kang Asol and the gang sampai di warung Nanas…(warung yang seharusnyu jadi jalur pulang nanti).. berarti mereka melambung jauh,,,tapi tetap mengarah ke Cherry.

Lanjut lagi nge single track ber6.. beberapa simpang meragukan sudah dilewati, sampaikan menyebrangi sungai kecil tanpa jembatan, dengan sedikit ttb disambung tanjakan single track yang kejaammm … Disinilah mulai terasa Mataharinya Cherry… lebih dekat dikepala dan lebih menyengatt. Semua goweser menjajal.. dan yang pasti mengagetkan adalah Om Erik…hehehe,,, fight juga ditanjakan kejam ini… dan serempak temelet-melet istiharat dulu di ujung tanjakan.. “Didepan pake masih nanjak lagi nggak om? Soalnya mau ngeset fork” tanya om Erik, “saya sih.. saya turunin ke 100”jawab saya hehehe..dan om Erik tau maksutnya. foto om erik nanjak yang pernah dishare dengan judul “kejaammm” ..ada ditanjakan yang dilampiran dipenampang profilnya kasih garis merah. Dan benar, ternyata unjung tanjakan tempat kami ambil nafas, didepannya masih ada ujungnya lagi…dan lagi….serta lagiiiii.

Lanjuuuut

Singkat cerita,,,, Gowes AABike – Sandiego dimulai jam 06:15 menyongsong sang Fajar… dan finish di Sandiego jam 07:35-an…dengan sempat sedikit jeprat-jepret foto di memasuki offroad Wanakerta dengan tema menyongsong fajar dengan penuh semangat.

Sampai di pertigaan Warung Sandiego, kontan riuh ceria saling bersapaan dengan beberapa peserta yang sudah unloading sepeda dititik start ini…

Saya melihat dan menyapa… om Stef, om Wid yang udah lama nggak berjumpa, om Joko + beberapa orang Lippo lainnya, om Latif, om Mary, om Poernomo, rekan-rekan kantor mbah Bro, om Erik, dll, dll.. (maaf sekali nggak hafal atau belum begitu kenal semua.. om oedinko yang mana aja belum ngeh..hehehe maaf)

ohya..om Haris juga,..sewaktu saya salami, menampakkan raut rada kecewa… “saya kok nggak tau kalau ada paket Cehh”…hahaha dasar AKAP..gitu aja kecewa. Selain CMTBer, di titik per3an ini ramai goweser2 Karawang, juga terpenuhi group manula yang tampak sedang berkumpul dari atau habis berolahraga.

Surprise pertama adalah ketika mau pesan sarapan, ternyata warung nasi Sandiego tutup. Diganti dengan warung dibelakangnya… alhamdullilaah masih ada gorengan gantinya sarapan… jadinya nggak ada yang bawa nasbung.Setelah saling temu kangen, Jam 8:00 teng, kita lansung beranjak…. Searah ke Pasir Ipis masih dijumpai banyak goweser Karawang yang dari penampakannya kliatan the Real AKAP… beberapa di antaranya pernah terlihat di Race Deltamas..
Di per3an Pasir Ipis.. sempat disarankan oleh beberapa rekan goweser Karawang untuk kalau ke Cherry ambil kiri lewat Rumah Panggung.Tetapi setelah menyampaikan maksud route kita dan Rumah Panggung sebagai route pulang,, maka mereka mempersilakan kita, kebetulan mereka searah karena mau Gowes Ke DeltaMas… (tukeran tempat critanya)
Wuzz… kita lanjutkan meluncur turun jalan makadam dan rolling searah ke Taman Mekar/Pasir Congcot…

setelah simpang Masid (Masjid yang penah saya singgahi bersama om Adji yang menurut info adalah hasil sumbangan goweser2 Bekasi.. mengagumkan!), lanjut sedikit kita ketemu simpang lagi untuk kekiri ke arah Cherry.Grouping disini… dapat berita anak om Gito balik arah ke Sandiego karena masalah hub dan akan dijemput oleh Brimob ..lho?!…

Juga dapat berita,, om Upas nyusul ngejar ke Sandiego tapi sepertinya nggak kesampaian waktunya..jadi gowes sendiri.Di titik persimpangan nan tenang inilah kemudian dihitung jumlah peserta yaitu 24 goweser.

Lanjut track turunan double track makdam primitive yang rolling di rerimbunan.Ini adalah salah satu bagian favorite saya… model turunannya panjang meliuk2 dan adem…sesekali turunannya curam berbelok,, asyik sekali….. satu dua rumah dijumpai dalam track ini.Stop grouping lagi di jembatan besi-dengan papan2 kayu yang udah pada ambrol…cocok buat narsis section. Mat kodaker.. Om Latif dan Om Sigit mencari posisi…demikian juga om Poer dan om AHA dengan kamera sakunya.Lanjut lagi gowes rolling naik turun naik turun… dengan kondisi jalan yang seperti tanah liat abis kering dan menyisakan ‘parit-parit’ bekas sepeda motor… Daerahnya masih rimbun… hingga grouping lagi disuatu ujung tanjakan,, untuk se-udut dua udut nungguin rombongan belankang merapat.

Kemaren yang paling disayangkan di single track#1 ini adalah ketemu banyak pohon nangka yang buahnya terlihat banyak dan matang…tapi nggak ketemu orang untuk dimintain tolong memetikkan… Cuma bisa mencium bau (nangka) menyengatnya saja.Istirahat lagi di saung rusak, ngudut dulu dan nge korma, disuatu simpang tanjakan. “Tanjakan inilah tempat foto dari eyang yang memperlihatkan Sir Alex nanjak tanpa baju, bla bla bla..” kata saya mencoba menceritakan. Agak lama istirahat disini, dan bergerak lagi tak begitu lama kemudian sampailah di simpang Kuta Mariem,… “Rombongan nyasar nanti akan lewat sini dari sisi kiri” kata saya kepada teman2 dibelakang sambil tetap nggowes. Ke kanan turun beberapa ratus meter sudah ketemu Jembatan Kuta Mariem dan langsung turun ke sungai bawahnya ke Batu Mariem.. jam 11 pas. Jika tidak nungguin yang nyasar maka jam 10 sudah sampai disini sesuai prediksi. Kuta Mariem, atau Batu Mariem…nama yang agak aneh.. tadinya saya kira (bunda) Mariyam atau Meriyam (senjata)…agaknya bukan dua-duanya.Batu Mariem atau Batu Mariyem.. saya datangi pertama kali waktu trip gowes sendirian April 2010 dan dikasih tau oleh orang yang mengantar saya ke Gua Masigit.. Batu Mariem terletak di sungai bawah jembatan,..tempatnya banyak bongkahan2 batu besar agak berbentuk persegi-persegi dikelilingi pepohonan gede
nan lebat dengan akar-akar menjulur dari atas..bisa digelantungin ala tarzan (nggak pake deni… hehehe), mungkin ini yang dinamakan pohon Kiara mirip pohon beringin. Gemercik air mengalir tidak deras diantara bebatuan besar, serasa
didalam hutan tropis yang gelap… Tempat yang aneh di daerah Cherry yang panas, ada tempat yang adem… rada2 singup.

Batu Mariemnya sendiri yang bentuknya cenderung bulat lonjong kalau menurut saya mirip dengan batu menhir nya Obelix (re cerita asterix) ada 2 bagian: yang besar dengan posisi tidur dan satu lagi lebih kecil-seperti bagian yang patah.. Waktu dulu saya tanyakan ke bapak tua pengantar saya, beliau juga tidak tau persis itu apa, kecuali banyak orang berdoa di depan batu ini (bersemedi kali yee?). Dan dari dulu sudah disebut batu mariem kata si bapak tua.11:15,, kang Asol, om Aha, om Stef dan beberapa lainnya bergabung turun ke batu mariem… selebihnya mbah Bro, om Arif, om Sigit, om Wid, om Isbat dll,dll entah nggak tau atau bagaimana.. langsung naik nanjak macadam ke Cherry…
Datangnya kang Asol, langsung membawa keruzuhan… menawarkan buah jeruk ke om Poer yang duduk di atas batu berjauhan,… dilemparlah jeruk setengah buah itu..dan “upps!” luput ditangkap om Poer sehingga si jeruk terjatuh..
Saya yang berada dibawah – duduk di ujung bawah batu mariem, beranjak mengambil jeruk setengah buah yang jatuh itu.. yang terlihat kulitnya hijau tua, namum daging terlihat kuning menggoda,,,, dalam situasi seperti ini biasanya saya
tergoda untuk mengambil buat diri sendiri barang sedikit untuk makan atau dicicipi… tetapi sungguh aneh,, entah seperti di bimbing sang penungggu batu mariyem (wuihihihi .. sok dihubung2kan..biar terkesan mistis)… anehnya saya
hanya murni mengambilkan buah jeruk jatuh itu saja dan langsung memberikan ke om Poer yang duduk diatas batu besar… Selebihnya saya nggak begitu memperhatikan, kecuali samar2 dengar pisuhan2 keluar dari mulut om Poer dan ketawa puasnya kang Asol yang lagi usil-usilnya … hehehhe > om Poer, tolong ceritakan apa yang terjadihhh?

MENU WAJIB..NANJAK MAKADAM JAHANAM SIANG BOLONG
Puas bernarsis2an di Batu Mariem dengan penjepret om Merida Dee…whuhehehe. Sebenarnya pada mau langsung nanjak ke Cherry, tetapi sy tahan dulu supaya sebaiknya makan dulu diwarung Kuta Mariem karena warung Cherry diatas se tahu
saya (setahun lalu) udah tutup.

Saya, om Poer, om Aha, om Stef, om Mary, om Erik, om Karyadi,…siapa lagi ya?… ngindomie pake nasi… “indomie terenak sedunia!” kata om erik… sementara kang Asol cuma ngopi, sambil ngupasin nanas segarr dan ditawar2kan… dan langsung mengundang curiga om Poer…hehehhe… sampai disini baru saya ngehh… cerita jeruk super asem tadi…hehehe. Untung saya lolos dari jebakan betmen…Nanjak macadam, tidak langsung ke Cherry tapi mampir dulu ke lokasi mulut gua Masigit…

Seperti yg sudah sy ceritakan diatas.. tempat ini saya ketahui dari trip gowes April 2010, dan baru tau dari penduduk setempat yang mengantar saya, ini adalah salah satu magnitutenya Kuta Mariem atau daerah Kuta Tandingan. Sebagai tempat untuk berziarah atau berdoa, k alau pas maulidan…bisa sampai ribuan peziarah berkumpul dekat gua masigit, begitulah cerita si bapak tua sekedar buat info karena sy juga tidak begitu berkepentingan, kecuali untuk mengetaui perihal gua tersebut yang waktu itu. Dan kemudian hari saya tau lebih jelas dari video petualangan temannya kang Asol, memasuki gua yang panjang lorong guanya hingga 500meteran ada yang harus melalui celah sempit, dan yang memasuki genangan air, menumui sisa telur ular,, dll… tembus di dekat pohon Kiara dekat warung indomie
di kuta mariem tadi.Sampai dimulut gua.. “Udah gitu ajah, Cuma nunjukin,..kita balik lagi…hehehe” kata saya. “Nggak gue banget” kata om Erik secara jalan yang tadinya turunan waktu ke gua ini, jadi tanjakan yang harus dilewati..

Selanjutnya ketemu tanjakan macadam yang tadi dan belok kiri… nanjaklah..tanjakan cherry ini, sempurna pas jam 12….Matahari pas lagi ngejreeeenggg…obral cahaya dan hawa panas…”hosh..hosh hosh”… dengkul di-push supaya roda2 tetap dapat melaju diantara benjolan-benjolan macadam jahanam…”dug dug dug dug” jantung memompa lebih keras untuk mendistribusi oksigen dalam darah lebih kencang… 15 menitan nanjak sudah terdengar riuh rombongan yang
tadinya rombongan belakang, sekarang udah pada nongkrong di simpang Cherry… “ayohh…ayohhh dikit lagiii” begitu teriakan2 memberi semangat.. Atau berharap ada yang nggak kuat ya?…hehehe.Satu satu finish… Kang Asol, saya, om Aha, …berikutnya nggak memperhatikan urutannya… dan yang paling disambut..adalah om Erik, semua lulus nanjak cherry
sekali pukul. Lagi2 bikin surprise, perasaan dulu sewaktu trip pertama, saya nggak bisa one shoot. Ada brentinya sekali atau 2 kali brake ambil nafas cari teduh2an yang susah dicari. Kalau kemaren, disekitar tanjakan macadam Cherry banyak pohon menjuntai ke arah tengah jalan. 20-30 menitan semua leyeh-leyeh disini..

Beberapa foto menarik karya rekan-rekan anggota milis cikarangmtb@yahoogroups.com yang beredar setelah acara Kolozal#7 Gunung Padang….

MOMEN UNIK


“Dilarang Berburu”, tapi masih ada korban juga… dan tak ada yang tampak peduli. Karya Om Moko


“Istirahat Dulu”…. bahasa tubuh dan posisi sepeda menggambarkan apa yang sedang terjadi. Karya Om Xion


“Memang sebaiknya istirahat dulu…” karya Om Xion

SPOT MENARIK


“Curug Cidownhill” kaya Om Hanif

BEBERAPA KOLASE FOTO EVENT

Menyambut event Gowes KOLOZAL series#7 Gunung Padang, Cianjur

kolozal7

kolozal7

berikut adalah kesan dan komentar rekan-rekan diambil dari milis cikarangmtb@yahoogroups.com

Sun, May 15, 2011 at 4:17 AM “Saya udah di aa bike. .” by Om Indra

Sun, May 15, 2011 at 8:58 AM
Hikhhik…ga kuat nandjak akibat semua pada goyang Cinta Satu Malam..
Bus nya jd ga stabil om.. Keong Ratjun is favourite song…
by Om TJ

Mon, May 16, 2011 at 2:06 AM
Thanks utk tim rusuh utk semua arrangementnya. …. Salut
Dam. .. Dam. .. dam. .. makadam. ..dam…. Dam
by Om Bowo jashujan.wordpress.com

Sun, May 15, 2011 at 9:12 PM
Terima kasih yg sebesar2 nya pada panitia gn padang trip atas kerja kerasnya shg acara gowes bisa berjalan dgn lancar dan selamat
by Om Kunto

Sun, May 15, 2011 at 10:37 PM
Salut n top markotop
by Om Yuda

Mon, May 16, 2011 at 7:02 AM
‘Kenikmatan’ buat peserta sudah berakhir. Sekarang sedang dimulai ‘siksaan’ sesungguhnya
by Om Purnomo
by Om Yudi

Mon, May 16, 2011 at 7:08 AM
Suatu saat CMTB akan mengundang MURI utk recor yg belum pernah ada. Rekor gowes MTB peserta terbanyak , terheboh, terjauh dllll….
Ah hanya berangan2 saja. Sapa tahu kejadian
by Om Maryanto

KOLOZAL series#7
Gunung Padang, Cianjur

Komunitas Cikarangmtb organized by AA Bike kembali mengajak rekan-rekan ke Gowe Kolosal

Waktu:
Minggu, 15 Mei 2011
all day trip, berangkat subuh pulang malam

Trek:
Start: Campaka
Finish: Situs Megalitik Gunung Padang
Meliuk liuk melewati perkebunan teh Panyairan, Kab Cianjur

Biaya:
Rp. 200.000 Akomodasi penuh bis+truk dari Cikarang
Rp. 150.000 Akomodasi sendiri
termasuk makan siang dan makan malam
include CD berisi foto-foto narsis di trek

Info/Pendaftaran:
Adjie 08121374053
Hanif 08121034538
Teteh di AA Bike

Rek Panitia:
873.0085.924 an Sri Larasati
BCA KCP Metro JABABEKA

Pendaftaran ditutup pada Minggu, 8 Mei 2011

Jangan lewatkan event ini, ajak rekan dan kenalan dan segera daftar…
Tempat terbatas

Info lebih lanjut

http://cikarangmtb.wordpress.com

facebook group CikarangMTB

KAOS EVENT
DIJUAL RP. 100.000,-

Ini adalah penyelenggaraan ke 7 dari serial KOLOZAL yang diselenggarakan komunitas Cikarangmtb berkerjasama dengan AA Bike-Cikarang sejak 2008
1. Kotabunga – Cikarang, 2008
2. Wanayasa – Maranggi, 2008
3. Curug Cigeuntis, 2009
4. Mandalawangi – Anyer, 2009
5. Kaldera Manglayang, 2010
6. Tangkuban Perahu – Wanayasa, 2010
7. Gunung Padang, 2011

GAMBARAN FOTO TREK

Jalan aspal dan aspal rusak makadam

Mulai masuk kebun teh Panyairan

Semakin dalam eksplorasi di kebun teh

Termpat ini tidak kekurangan site buat dapat gambar keren…

Jembatan bambu, salah satu tempat indah trip ini

Masuk ke jalan makadam

Masuk ke singletrack

Melewati Blok 3 Kebun Panyairan, petualangan berlanjut

Yang in blok 4 kebun Panyairan

Sampai di Situs Gunung Padang

Bersahutan di mailing list Cikarangmtb@yahoogroups.com akhirnya terkumpulah 39 pesepeda di bekas terminal Plered, Purwakarta. Gowes hari ini adalah sebenarnya gowes tunda dari acara ke trek yang sama yang sempat dirancang akhri tahun 2010 yang lalu.

Untuk referensi trek ini ada di bikemap Om Hanif… [URL]http://www.bikemap.net/route/673089[/URL]


Hasil jepretan Om Rendra


Sempat terjebak kemacetan di sebuah pasar, hasil karya Om Rudi


Nanjak sampai termelet-melet foto karya Om Rudi

Hutan karet Gn. Anaga


Gotong-gotong bike menuju kampung Pamalayang


Ini lho Gunung Parang nya.. Hasil karya Om Rudi



Foto-foto di saat turun ke pinggir waduk Jatiluhur


Foto sesampainya di titik finish ‘Service Area’ karya Om Rudi

Evening Ride AA Bike 2tahun

Suasana sore itu di AA Bike

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.