KOLOZAL#12 Pangalengan – Boscha – Cisanti

22 Des

kolozal12-langit

Kapan?

SABTU, 8 FEB 2014

Dimana?

Pangalengan – Boscha Tomb – Cisanti

Biaya?

280 ribu
termasuk bis, sepeda diangkut, makan pagi, makan siang dan malam
Biaya booking (sebelum 31 Dec 13) 150rb
Pelunasan (sebelum 15 Jan 14) 130rb

Cara Daftar gimana?

Hubungi Om Ratman/AA Bike2 0815 8599 2727
BCA — 0660133011
Mandiri — 1170001431972

Cikarangmtb KOLOZAL#11 Catangmalang – Cariu

2 Mei

KOL#11leaflet

SEGERA DAFTARKAN KOLOZAL#11
Catangmalang Cariu 1 Juni 2013

Ratman Rose
Cash di AA BIKE 1 dan 2
IOS ADVENTURE

TRANSFER ke
BCA 5220644776
Mandiri 1170001431972

HP 081585992727
Pin BB 2A7FFAF4

Survey Kolozal#11 – Cha Cha Ride – Catangmalang ke Cariu

30 Apr

Cariu, 20 April 2013

landsIMG_2565-tawaBangun jam 4. Masih mendingan daripada salah satu rekan yang katanya bangun jam 2, “saya selalu gini om kalo mau gowes…”, lho… bukannya setiap minggu gowes ya? trus setiap weekend bangun jam 2 malam dong ya? wkwkwkw… ada ada aja. Gowes pagi ini memang gowes istimewa, untuk pertama kalinya sejak empat tahun yang lalu… saat bikeholic, gowes seharian ke tiga trek JJ-Hutan UI-JPG sekitar maret 2009, adalah gowes pertama saya dengan sekaligus Om Ardian alias Eyang AN, Om Hanif alias Papa TB dan Om Adji alias Eyang Uyut…

Bikeholic disini… http://antoix.wordpress.com/2009/03/17/cikarangmtb-bikeholic-tiga-trek-sepeda-jj-ui-jpg-dalam-sehari/

landsIMG_2567unloadSempat seorang pesepeda berbaju keren naik sepeda putih merah akan kita lemparkan ke atas kendaraan menuju titik start, sudah dipegang 3-4 orang itu sepedah, tapi yang bersangkutan bersikukuh untuk gowes lebih jauh… ke surabaya (soto). “Ayooo… ikut aja, ntar sore juga nyampe kok…”

Dengan terguncang guncang dalam bak trup pasir kamipun mendapati truk mengerang erang menanjak selepas keluar kota Joggol. Pemandangan lembah Cipamingkis sungguh mempesona. Di sebelah kanan jalan tampak jajaran perbukitan batutapak, cioray yang juga terus bisa berlanjut sampai hambalang dan bogor. Sementara di sebelah kiri tampak lembah sungai Cipamingkis lengkap dengan bayangan Gunung Batu di seberang sungai.

landsIMG_2572pisangSemakin truk semakin mengerang nanjak miring, semakin rekan rekan peserta gerasukan menceriterakan kembali bagaimana paru paru dan otot betis mereka juga mengerang erang saat gowes gerasukan aka. Gowes Tanpa Tujuan jelas…

Akhirnya sapailah kita di titik start… sebuah restoran yang hidup segan mati tak mau.. sepi… namun tampak pemandangan sangat indah di bawah menghadap restoran ini. Latardepan Gunung Batu dengan latar belakang semua daratan sampai juga Cikarang area tentusaja di kejauhan. Unloading sepeda dengan masih banyak celoteh beredar tentang kisah nanjak gerasukan… jadi kalo kemarin tuh nanjak digenjot, nah kalo sekarang naik truk sebagai solusi… begitu yah?

Bau gerasukan sangatlah kental…

landsIMG_2585bentang-alamSudahcukup ngopi untuk meluaskan pembuluh darah, juga pemanasan meliuk liuk kan tubuh ala joni+joko, maka gowes pun dimulai tanpa basa basi. Tanpa basa basi pun kami disambut curug cipamingkis di sebelah kanan jalan. Ini akan jadi perhentian awal, tempat narsis pertama, saat nanti kolozal. Jadi, pose narsis awal yang harus disiapkan adalah kostum dan gaya di curug wkwkwkw

Jalan nanjak nyantai setahap demi setahap. Pemandangan di kiri jalan semakin indah saja, area nya semakin terbuka, posisi trek semakin menapaki kaki Gunung Gede-Pangrango yang ada di sisi kanan trek… Lalu sampailah kita di tempat pitstop berikutnya yang merupakan titik tertinggi selama trip, pertigaan arca.

landsIMG_2589onroadSudah sangat sering saya mendengar tentang kisah pertigaan ini. Sangat ngetop kalo rekan rekan sepedahan membicarakan area kota bunga dan cariu. Pertigaannya sendiri tidak ada arca nya. Menurut kabar Om LTC, arca sebenarnya ada di bagian trip berikutnya… Pertigaan arca ini yang kemarin diposting Om Hanif seperti gowes diatas awan, juga ada berbagai sayuran segar di seputar trek. Kami pun menyeruput segelas teh panas manis sambil mendengar kisah para senior member tentang KOLOZAL#1 yang melewati pertigaan ini…

Berhenti di pertigaan arca, segala cerita dari kolozal#1 pun mulai mengalir. Oya, pertigaan ini hanya sekitar 8km dari Kota Bunga Cipanas. Mendekat ke sebuah warung penjual sayur mayur, diakhiri dengan kenikmatan memakan tomat segar. Wah… maknyuss… Beranjak meninggalkan pitstop narsis ini kita pun mengicipi salah satu turunan panjang Kolozal#1. Pemandangannya membuat kita berhenti, di kepala saya jadi nyambung tuh rangkaian pegunungan dan perbukitan Sentul lanjut ke Cioray dan Batutapak, lalu Catang Malang (titik start tadi), lanjut ke Arca dan sekarang tampak sangat jelas di depan ada Gunung Batu, Gunung Terate (tempat sebagian besar trek kita akan lewati), sampai tampak di depan Kuiling, lanjut tentu ke Sanggabuana Cigeuntis dan unik tampak di kejauhan gagahnya tiga tower Gunung Parang… Dari titik setelah arca ini tampak banget tuh kesinambungan dengan trek trek yang tak asing bagi kita.

Biusan turunan panjang semula dari aspal mulus, kemudian berubah menjadi aspal rusak, terus asyik turun meliuk liuk kita ketemu pertigaan ke arah Gunung Batu yang berbelok kekiri, tapi trek kita kali ini terus lanjut lurus ke arah Cariu. Saya ada di belakang karena beberapa kali berhenti untuk memotret, sementara 5 anggota tim yang lain tampak bablass sampai akhirnya kami bertiga yang di belakang berbelok masuk tanjakan makadam kekiri…

Pertigaan ini sudah tampak sejak trek dirancang Om Hanif, ada trek naik ke gunung lagi, jadi tidak turun terus. Nanti saat kolozal, jika teman menemui turunan tak habis, lalu ketemu tukang karedok… nah.. itu artinya lapar mungkin, atau nyari tempat terpencil, atau nyari kamar kecil di tempat karedok. Ya alasannya bisa macam macam…

Berbelok kekiri disuguhi tanjakan makadam campur jalan tanah yang serasa tak ada habisnya… Jika kita melihat ke arah belakang pesepeda (ke arah turunan) maka tampak dengan gagah kawasan Cipanas Puncak nya Gede Pangrango sebagai latar belakang. Tanjakannya panjang tapi kok tidak bertemu lima rekan yang didepan. Padahal salah satu dari lima rekan itu sudah ada petunjuk GPS lho di handlebar nya… karedok emang sangat menarik…

Tanjakan pun diakhiri dengan tempat kita akan makan siang saat kolozal, kita akan punya site narsis yang azib luarbiasa tempat foto foto loncat selama ini beredar termasuk loncat dengan sapu… wkwkwk

Nama tempat itu adalah ‘Griya Siliwangi’, bakal jadi tempat makan siang peserta kolozal#11. Tempatnya sungguh eksotis, sangat cocok untuk melamun, untuk berekspresi dengan segala macam gaya terkenal model terbaru, dijamin puas sampai muntah..

Sinyal byar pet, kadang ada kadang nggak. Berusaha menghubungi rekan rekan ber 5 yang tidak kami temui di sepanjang tanjakan. Hampir bisa dipastikan mereka telah bablas di turunan. Ada kejadian unik menjelang Griya Siliwangi alias puncak GegerBanten, ada sebuah motor terperosok/nyangkut di sebuah singletrack saat berusaha masuk ke jalan makadam dari singletrack kampung. Kami bertiga membantu mendorong sehingga motor bisa kembali ke jalan. Kami pun minta tolong jika melihat rekan rekan pesepeda berlima, diminta dengan hormat untuk kembali nanjak keatas… Alhamdulillah pesan ini disampaikan dengan baik.

Jalan kemudian setelah makan siang dan istirahat serta akhirnya berkumpul kembali adalah jalanan seperti meniti punggung naga. Bayangkan dari Gunung Gede Pangrango ke arah Gunung Sanggabuana nyambung sampai ke area Gunung Parang lanjut ke area Km97 Gunung Hejo, seperti seekor ular naga yang meliuk liuk. Trek kita kali ini meniti di punggung naga. Rolling ada kebun dan kampung. Kadang terlihat lembah Cipamingkis/Jonggol di sisi kiri kadang kala kita lihat lembah Cibeet/Cianjur di sisi kanan. Nostalgik saya teringat gowes GRATIS yang meniti lembah Cibeet.

Bagian selanjutnya adalah meluncur turun ke lembah sungai Cibeet. Meliuk liuk kita melewati jalanan tanah dan kadang makadam campur semen saat di kampung. Ini adalah salah satu bagian terseru dari trip ini. “One of the best part” kata salah seorang rekan. Semua rekan akan menikmatainya sebagai hadiah dari tanjakan panjang ke puncak GriyaSiliwangi yang sudah dilalui.

Bagian berikutnya adalah kembali menanjak di trek yang sangat ‘Cha Cha’… bergoyang goyang tanpa aturan karena makadam batu trek sangatlah ‘bregajulan’. Tampak sekali sangat jarang kendaraan yang bisa memadatkan jalan melewati area ini. Sangat jarang mobil ataupun jejak mobil kita lihat. Tanjakan ‘Cha-Cha’ pun diakhiri dengan nostalgia yang kian kental… kita kembali ke ‘Warung Mertua’ yang sangat berkesan saat gowes GRATIS…

Gak nyangka kita kembali ke titik ini…

Melihat ‘warung mertua’ beberapa member tim tampak tersenyum kecut. Tingkat kecut nya senyuman macam macam. Ada yang levelnya ikhlas, ada yang levelnya agak kecut, sementara ada yang levelnya kecut sekali… Salah seorang berkomentar ke saya, “… gapapa om, asal jangan masuk jalur tiasa lagi…”

“… lho, justru kita mau masuk jalur tiasa…”
segera disambut dengan raut muka yang makin berubah, ibarat larutan pH nya langsung turun…

Jam sudah menunjuk pukul 4sore keatas. Inilah saatnya berangkat kembali. Sempat ragu karena, seperti juga di tempat yang sama di gowes GRATIS, maka kita sekarang diberikan dua pilihan trek: yang manis dan yang agak asem. Dengan gagah berani tim pun masuk ke jalur tiasa, jalur yang agak asem dibandingkan pilihan jalur lain yang lebih aman. Genjot agak miring keatas yang memompa jantung pun dilakukan. Menuju puncak punggung Gunung Teratai, ini nama sebenar benarnya hingga ketemu kampung terakhir diatas bukit.

Dengan komunikasi ala van Taziek maka berhasilah kami mengajak seorang bapak kampung untuk membawa parang dan mengantar kami melewati trek berikutnya. GGB nanjak dan mulai masuk ke area yang bercampur antara padang ilalang, hutan dan kebun kopi. Penduduk bercerita bahwa di sekitar trek banyak hidup Luwak, yang saat musimnya akan memakan kopi dan para penduduk inipun mencari muntahan luwax untuk mendapat kan kopinya.

Suasana trek meski diawali dengan GGB parah, namun ternyata memberikan singletrack gowesable yang asyik masyuk di sore yang semakin gelap itu. Menyelinap diantara pohon kopi dan ilalang, mengingatkan saya pada banyak bagian trek turunan Pondok Pemburu ke Gunung Pancar. Sampai akhirnya kita ada di sebuah titik dimana kita bisa melihat lembah area Kuiling dengan jelas, istirahat dan minum, kami pun dilepas oleh bapak pengantar. Duh, tidak lagi ada yang tau jalan dan bawa parang. Memang sih, sampai titik ini perjalan tim masih on the track seperti rencana yang dibuat Papa TB…

KOLOZAL#11 is Coming . . . .

25 Apr

Be ready… stay tune at CikarangMTB@yahoogroups.com

(foto foto diambil dari facebook page om Hanif)

omhanif1

omhanif2

omhanif3

Foto foto dari Cikarangmtb KOLOZAL#10 Cipunagara

5 Jan

Kolozal#10 telah sebulan berlalu, berikut adalah beberapa link untuk foto dan dokumentasi Cikarangmtb Kolozal#10 Cipunagara

Slideshow foto di youtube dari @antoix http://youtu.be/P4ovJRWjegE

Foto foto di Facebook

Om Tri Darmanto facebook link…
Om Ndi Nardi facebook link…
@antoix di facebook link…

Di every trail oleh Om AH link….

Di bikemap oleh Om Hanif link…
Versi SakitJiwa di Bikemap @antoix link…

http://antoix.files.wordpress.com/2012/12/peta-kol10survey.jpg

CikarangMTB KOLOZAL#10 Cipunagara

4 Nov

Komunitas sepeda gunung CikarangMTB, kembali menyelenggarakan acara gowes bareng KOLOZAL seri ke10

Rute: Taman Hutan Rakyak JUANDA – Maribaya – Cipunagara – Darmaga
Jarak: 33km
Start: Taman Hutan Rakyat (THR) Juanda, Dago, Bandung
Finish: Darmaga, Subang

Biaya pendaftar 150ribu, silakan kontak Om Ratman di AA Bike Cikarang untuk pendaftaran

Berikut adalah 9 seri CikarangMTB KOLOZAL sebelumnya:
#1 Kota Bunga – Cikarang
#2 Wanayasa – Sate Maranggi
#3 Curug Cigeuntis
#4 Sunset Ride Mandalawangi
#5 Kaldera Manglayang
#6 Tangkuban Parahu – Wanayasa
#7 Gunung Padang
#8 Situ Patengan – Kawah Rengganis
#9 Km 97
#10 Cipunagara

CikarangMTB Kolozal#8 Ranca Upas-Kawah Rengganis-Kawah Putih

3 Des

Cerita ini ditulis oleh Om AJE (Ardian Jaya http://ardianjaya84.wordpress.com/), di post di milis cikarangmtb@yahoogroups.com setelah acara Kolozal#8 dan dinyatakan menjadi salah satu cerita gowes terbaik Kolozal#8.

leaflet

===

Kemping di Ranca Upas

Sebagian peserta berangkat malam sebelum acara dan kemping di Ranca Upas, kawasan Ciwidey, Bandung selatan yang merupakan lokasi start/finish Kolozal#8

Start

Momen gowes akbar cikarangmtb bulan ini, gowes kolosal #8 di Ranca Upas. Entah mengapa kolosal kali ini mengambil tema wild western, mulai dari jenggo, koboi sampai istilah sheriff digunakan, yang jelas kita akan gowes dengan jarak tempuh 29.3km dengan variasi altitude dari 1600-2200 meter.

start

Hari ini bangun jam 3 pagi, terbangun oleh dering handphone, ternyata dibangunkan oleh pacar :-) . Langsung sarapan dini hari, mandi, dandan dikit. Jam 4 lebih dikit om herwadi nongol, malam sebelumnya udah janjian mo nebeng ke aabike.

Adzan subuh berkumandang, solat di mushola samping aabike. Persiapan perbekalan. Jam 5 lewat kita meluncur ke ranca upas naik bis besar. Saat ini sedang menanjak di jalan ciwidey-kawah putih. Ayo pak supir kamu bisa!

bis

Arrival

Menempuh perjalan mendaki dan sempit kemampuan menyetir supir bis diuji, masih parno dengan kejadian waktu di Gunung Padang, yang mana bis masuk ke saluran air he3. Alhamdulillah perjalanan lancar, tiba di Ranca Upas sekitar jam 8.30 lewat. Ternyata posisi.perkemahan Ranca Upas hanya lewat dikit sekitar 500m dari gerbang wisata Kawah Putih. Begitu masuk pintu gerbang, langsung dihadapkan dengan tanah lapang yang berisi tenda-tenda kemah. Kebanyakan diisi oleh tenda mahasiswa yang sedang orientasi kampus. Memang segar udara pegunungan, oksigen agak tipis, mungkin ini yang menyebabkan kepala saya agak pusing, kagetan sama kondisi pegunungan he3.
Selepas turun dari bis, saya langsung menyapa rekan-rekan yang mengikuti paket jenggo, yang bermalam di Ranca Upas sejak Jumat malam. Brr dingin juga, jadi sebelum gowes semua” isi” dikeluarkan dulu, ternyata toiletnya menggunakan air hangat. Keluar dari toilet sempat kaget, kok yang ngantri pada mahasiswi semua? Oh gairah muda :-P .

Jam 9.30 briefing oleh papatb aka om hanif, menjelaskan informasi trek dan seperti biasa diakhiri doa yang dipimpin oleh om BI. Tim 15 yang mengikuti trek sakit jiwa berangkat lebih dulu pada jam 10, saya termasuk di dalamnya. Sebagai captain adalah om anto.


[foto keluarga sebelum start karya Om Qoqo]

Hills of Tea

Seiring om antoix melaju di depan, pertanda gowes trek sakit jiwa dimulai. Gowes melewati areal perkebunan masyarakat sekitar, ada sawi, kol, sampai bawang.

Di depan ada tante rahmi, om antoix udah ga keliatan jadi saya ikuti saja si tante, tiba-tiba belok kanan masuk ke kebon bawang, si tante berhenti dan berkata “salah jalan”. Di belakang udah ada 5 goweser yang ikut nyasar he3.. Dengan hati-hati saya lewati gang kebon bawang, takut ngerusakin :-P .

Lepas dari areal perkebunan warga, selanjutnya kita dihadapkan dengan lembah kebun teh, asli cakep banget dah, jd pengen narsis photo-photo tapi apa daya tim 15 harus ngebut ngejer waktu. Sempet nyasar ke lembah yang banyak sampah, wah wah wah. Kolosal tanpa nyasar itu bagai sayur tanpa garam, sesuai naluri goweser kalo udah dapet turunan maunya turun terus, sampe nyasar. Untung om antoix nyamperin, alhasil harus nanjak balik arah. Sempat ketemu dengan peserta trek reguler saat baliknya.

om yadi ganti ban depan belakang snakebite

hills

Check point berikutnya adalah Situ Patengan, untuk kesana kita menuruni trek makadam, ouch sangat ga nyaman kalo pake sepeda hardtail :-( . Om yadi mengalami kebocoran ban di trek ini. Selepas makadam dilanjutkan ke jalan aspal, masuk ke perumahan warga, kemudian tiba di Situ Patengan. Disini tim 15 sakit jiwa cuma ngambil makan aja berupa nasi bungkus, dilanjutkan lagi gowesnya ke check point berikutnya. Disini om haris dan juniornya memutuskan untuk keluar dari tim sakit jiwa, “pengen narsis” katanya :-).

Maksiat

Bekal nasi bungkus sudah masuk tas, gowes dilanjutkan menyisir pinggiran Situ Patengan, selanjutnya trek mulai variasi dari nandjak landai sampai miring bener.

chicken

Keluar dari area kebun teh, masuk ke trek aspal, di sisi kiri, om antoix sudah menunggu di samping mushola, pertanda saatnya maksiat (baca: makan siang dan sholat).

Makan siang bareng lauk nasi sayur, ayam dan ikan, klo habis gowes semua terasa nikmat. Lalu dilanjutkan dengan solat, asli air buat wudhu duiingin banget, sensani segar-segar mint gimana gitu:-P.

Udara dingin perut kenyang jadi pengen bobo ciang, eits ini masih 1/2 perjalanan. Gowes lanjut lagi, kali ini onroad, turunan, pada ngebut-ngebutan dah. Sempat melewati pertigaan kawah rengganis, tujuan trek reguler.

rengganis

Kina Trees

Hujan rintik-rintik mulai turun, sebagian tim 15 sudah mengenakan jas hujan, tau-tau eeh.. Hujan reda, hadeuh… Sia-sia pasang jam hujan. Ga berapa lama gowes nandjak, hujan turun lagi, deras pula, serasa dipermainkan oleh alam :-P .

176bpm

Gowes hampir memasuki tanjakan diagonal, di pertigaan yang krusial, tim akap yang dipimpin om ratman dkk melakukan tawaf 1 kali keliling kebun teh he3.. NI1 lagi dah. Sambil menunggu tim akap kembali om anto menunjuk bukit posisi dari tanjakan diagonal, “setelah kebun teh habis, dekat kebun kina” kata beliau.

awaldiagonal

ban

Benar saja tidak lama setelah melewati kampung cipanganten, tanjakan makadam diagonal keliatan, saya coba untuk gowes, dengan kondisi stamina, kontur trek dan sepeda, ujung-ujungnya selalu gagal dan harus TTB, memang trek maknyus, sakiiit dah!!.

ttb

Diujung kebun kina, akhir dari tanjakan diagonal, sambil istirahat, om antoix nyeletuk “mau gowes kesini lagi ga?” ditanyain ke tiap goweser, saya hanya bisa diam, tak sanggup berkata-kata :-D . Kang Yadi malah mau ngajakin NR kesana, waduh.

ujung

Negeri Di Awan

Tanjakan diagonal bukan akhir dari tanjakan, masih banyak lagi tanjakan panjang yang memaksa harus TTB. Bagi penasaran sama GGB disini nih spotnya, untuk melanjutkan ke trek berikutnya kita harus gotong-gotong sepeda melewati tangga tanah buatan diantara kebun teh, dengan jarak lebih kurang 100 meter menanjak.

negeri

awan

ggbe

undak

ggbb

upup

Memasuki elevasi 2000an meter, kabut putih mulai meliputi trek sakit jiwa, nandjak namun indah, serasa gowes di sisi kirinya ada jurang yang tanpa dasar.

Sebelum memasuki kawasan wisata kawah putih, kita narsis dikit di spot yang berhadapan langsung dengan longsoran, menurut om Antoix dari peta udara Google Earth longsoran ini keliatan. Melewati lokasi longsoran, sepertinya sedikit agak mistis suasananya, dihadapkan dengan tembok alam yang menjulang tinggi, suasana gelap-gelap gimana gitu. Ah mungkin hanya perasaan saya saja, lanjut gowes, werrr…

putih

p

Kawah Putih

Satu per satu goweser melewati celah bekas longsoran, Om antoix sempat berhenti, mungkin mengabadikan panorama longsoran. Di pertigaan berikutnya tim akap udah mau NI1 aja, untung masih sempat dipriwitin, ha3.

Gowes dilanjutkan memasuki jalan menurun agak masuk dalam hutan, suasana agak gelap dengan cahaya minim, dan udara lembab. Cahaya di ujung jalan pertanda kita sudah dekat dengan pintu masuk kawah putih.

Berhubung hujan sudah rintik-rintik, tim sakit jiwa langsung mengambil posisi foto keluarga di pintu masuk kawah putih, beberapa gadis sempat mengalihkan perhatian kami, aisshh :-P .

aje

Byur… Hujan deras bagai aer tumpah dari ember mengguyur kawah putih, beberapa goweser langsung ngacir, saya kudu pasang jas hujan dulu, bersama om andy, om tri dan 2 om lainnya kami meluncur gaya bebas ke pintu gerbang bawah menuju Ranca Upas. Brr.. Dingin banget, tubuh ini rasanya sudah tidak kuat menahan deras air hujan ditambah angin dingin pegunungan, tangan gemetar, bagian wajah terasa kaku, untung kendali sepeda masih bisa dikuasai.

Keluar dari gerbang wisata kawah putih, belok kiri dan gowes ke arah ranca upas. Disana goweser paket reguler sudah berkumpul, sepeda langsung saya letakkan begitu saja dan merapat ke tukang siomay, biar anget :-P , asli dingin banget. Akhir acara gowes kolosal diisi dengan makan kambing guling dan gulainya, maknyus..!! tapi ga kebagian :’(.

Lebih kurang jam 7.30 rombongan bergerak balik ke cikarang, tiba di aabike sekitar jam 11, itu juga karena supir bis sempet NI1, ha3.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.